Polsek Belitang I Masifkan Mitigasi Bencana Alam di Sepanjang Aliran Sungai Belitang
Personel Kepolisian Laksanakan Pengecekan Debit Air dan Pemasangan Rambu Peringatan di Titik Rawan
Belitang – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan alam di tengah suasana libur hari raya, jajaran Polsek Belitang I Polres OKU Timur melaksanakan kegiatan mitigasi dan penanggulangan bencana alam pada Senin pagi, 23 Maret 2026. Kegiatan yang dimulai sejak pukul sepuluh pagi ini difokuskan pada pemantauan aliran Sungai Belitang di wilayah Desa Gedung Rejo serta sejumlah titik jalan yang memiliki kerawanan terhadap longsor. Langkah proaktif ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab polri dalam memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat Kabupaten OKU Timur melalui deteksi dini terhadap setiap potensi ancaman bencana di wilayah hukum Polsek Belitang I.
Tim yang diawaki oleh Aiptu Tandean, Aipda Anderi Alfani S.E, dan Bripka Kuspiri melakukan pemasangan spanduk himbauan serta rambu peringatan di area strategis guna mengingatkan para pengguna jalan agar lebih berhati hati saat melintas. Selain itu, petugas juga melakukan monitoring langsung terhadap ketinggian debit air sungai guna mengantisipasi bahaya banjir kiriman yang sewaktu waktu dapat terjadi akibat intensitas hujan yang tidak menentu. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memastikan bahwa setiap instrumen keselamatan publik telah terpasang dengan baik dan masyarakat memiliki pemahaman yang cukup mengenai prosedur evakuasi mandiri jika terjadi situasi darurat.
Hingga rangkaian kegiatan berakhir, petugas melaporkan bahwa situasi di seluruh lokasi giat terpantau dalam keadaan yang sangat aman dan terkendali sepenuhnya dengan status nihil kejadian bencana. Polsek Belitang I secara konsisten terus menjalin koordinasi erat dengan instansi terkait guna memperkuat sistem peringatan dini bagi warga yang bermukim di daerah aliran sungai. Seluruh rangkaian tugas kemanusiaan ini berjalan dengan lancar sebagai wujud dedikasi polri dalam menjaga ketenangan masyarakat selama masa Operasi Ketupat Musi 2026. Dengan adanya langkah mitigasi ini, diharapkan risiko kerugian baik jiwa maupun harta benda dapat diminimalisir sedini mungkin.









