Polsek Belitang I Gelar Penanaman Serentak 1 Desa 1 Hektar Jagung, Wujudkan Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
OKU Timur – Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat di bidang ketahanan pangan, Polsek Belitang I Polres OKU Timur bersama masyarakat melaksanakan kegiatan penanaman serentak 1 Desa 1 Hektar jagung. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (29/08/2025) sekira pukul 09.30 WIB, bertempat di Desa Jaya Mulya, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur.
Acara penanaman serentak ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Camat Belitang Agustoni Zaini, S.E., Kapolsek Belitang I AKP Johan Syafri, S.E., Danramil Belitang yang diwakili Bhabinsa Serda Eka, Kepala Desa Gumawang Safe’i, Kepala Desa Tegal Rejo Taufik, Kanit Intel Aiptu Abdul Rahman, Kanit Binmas Aipda Langga Jaya, PPL Kecamatan Belitang, PPL Desa Gumawang dan Tegalrejo, Gapoktan Kecamatan Belitang, perangkat desa, serta jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Belitang I.
Dalam kegiatan ini, dilakukan penanaman jagung hibrida merk Bietras 1 dan Pioner di atas lahan seluas 2 hektar yang terdiri dari lahan Desa Gumawang dan Desa Tegalrejo. Lahan tersebut milik H. Taufik, yang telah mendukung penuh program pemerintah dengan menyediakan lahan pertanian produktif.
Kapolsek Belitang I, AKP Johan Syafri, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan penanaman serentak ini merupakan bentuk implementasi dari Instruksi Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan dalam rangka mewujudkan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045.
“Melalui program ini, kita tidak hanya menanam jagung, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan. Jagung adalah salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan kerja sama yang baik antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat, kita optimis produksi pangan akan meningkat dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kapolsek.
Program 1 Desa 1 Hektar jagung bertujuan untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat kemandirian pangan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Diharapkan, hasil panen jagung nantinya mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal, menjaga stabilitas harga, dan bahkan bisa menjadi peluang pemasaran ke wilayah yang lebih luas.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.45 WIB tersebut berjalan aman, lancar, dan kondusif. Antusiasme masyarakat bersama aparat terlihat jelas sebagai simbol kebersamaan dalam membangun ketahanan pangan.
Dengan adanya program penanaman serentak ini, Desa Gumawang dan Desa Tegalrejo diharapkan dapat menjadi contoh desa percontohan yang produktif dan mandiri, sekaligus ikut mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045 melalui ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.









