Meriah dan Penuh Warna, Polsek Belitang I Kawal Ketat Karnaval Budaya HUT RI ke-80 di OKU Timur
Belitang – Suasana kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten OKU Timur benar-benar terasa pada Sabtu (30/08/2025). Ribuan warga tumpah ruah di Lapangan KONI Belitang, Desa Gumawang, untuk menyaksikan Karnaval Budaya yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, S.T., M.T., Forkopimda OKU Timur, para camat se-Kabupaten OKU Timur, tokoh masyarakat, serta ratusan peserta karnaval yang berasal dari 27 sanggar seni budaya kecamatan dan siswa-siswi SD, SMP, SMA, SMK, hingga MAN se-Rayón Belitang. Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., diwakili oleh Kapolsek Belitang I AKP Johan Syafri, S.E., yang sekaligus memimpin langsung pengamanan jalannya kegiatan.
Karnaval dimulai sejak pagi dengan penampilan marching band yang memukau penonton. Dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, laporan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga sambutan Bupati OKU Timur yang secara resmi membuka jalannya karnaval budaya.
Tepat pukul 10.00 WIB, peserta karnaval dilepas dari Lapangan KONI Belitang untuk menempuh rute sejauh 1 kilometer. Sepanjang perjalanan—mulai dari simpang Koramil Belitang, Tugu Hansip, hingga jalan depan STIE Trisna Negara—peserta menampilkan beragam atraksi budaya, kostum unik, hingga kreasi seni yang menggambarkan kekayaan tradisi daerah.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara, Polsek Belitang I bersama personel gabungan Polres OKU Timur dan Polsek jajaran diterjunkan di sepanjang rute. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Belitang I AKP Johan Syafri, S.E. didampingi Kapolsek Madang Suku I IPTU Dodi Mardani, S.H., M.M. Berkat kesiapsiagaan aparat, kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.45 WIB berjalan lancar, aman, dan kondusif.
Kapolsek Belitang I menyampaikan bahwa karnaval budaya bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat. “Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus menjaga kerukunan antarwarga melalui budaya,” ujarnya.
Karnaval budaya yang menjadi agenda tahunan ini kembali membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan cinta tanah air di OKU Timur tetap menyala, seiring perjalanan bangsa yang telah mencapai usia ke-80 tahun.









