Meriah dan Penuh Makna, Warga Desa Karang Kemiri Gelar Tasyakuran 10 Muharam dan Bersih Desa dengan Pagelaran Wayang Kulit
OKU TIMUR – Suasana penuh kekhidmatan sekaligus kemeriahan budaya terasa kental di Desa Karang Kemiri, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, pada Sabtu malam, 5 Juli 2025. Ratusan warga berkumpul dalam acara Tasyakuran memperingati 10 Muharam 1447 H yang dirangkaikan dengan kegiatan adat Bersih Desa, sebagai ungkapan syukur sekaligus doa bersama untuk kemakmuran dan keselamatan desa.
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Desa Karang Kemiri Marwanto, Kepala Desa se-Kecamatan Belitang, tokoh masyarakat, tokoh adat dan agama, perangkat desa, serta warga Karang Kemiri dan sekitarnya dengan jumlah lebih dari 150 orang. Polsek Belitang I turut mendukung keamanan kegiatan ini melalui kehadiran Bhabinkamtibmas Brigadir Tri Novia Yunita, S.E., yang hadir mewakili Kapolsek Belitang I.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia dan Kepala Desa Karang Kemiri. Momen paling simbolis dan penuh makna dalam kegiatan ini adalah penyerahan tokoh wayang “Semar” oleh Kepala Desa Karang Kemiri kepada dalang sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit.
Pagelaran wayang kulit yang menjadi puncak acara dipimpin oleh Ki Dalang Budi dari Desa Bangun Harjo, Kecamatan Buay Madang Timur. Kisah yang dibawakan sarat dengan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan, yang tak hanya menghibur tetapi juga memberikan pencerahan kepada masyarakat.
Pengamanan kegiatan dilakukan dengan baik oleh personel Polsek Belitang I, memastikan acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, kegiatan ini juga memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan antarwarga.
Tasyakuran dan Bersih Desa ini merupakan wujud nyata rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus bentuk harapan agar seluruh warga diberikan kesehatan, keselamatan, dan dijauhkan dari berbagai musibah.
Sampai akhir kegiatan, pagelaran wayang kulit berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari warga. Tradisi ini menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga warisan leluhur serta mempererat hubungan sosial dalam masyarakat Desa Karang Kemiri.









