Brigadir Tri Novia Yunita Kawal Mutu Pembangunan: Pastikan Titik Nol Talud Sumbersuko Jaya Akurat
Kehadiran Bhabinkamtibmas di Sektor Teknis Jadi Kunci Transparansi Dana Desa
Membangun Infrastruktur Desa yang Kokoh Melalui Pengawasan Tiga Pilar Sejak Awal Proyek
SUMBERSUKO JAYA, BELITANG – Komitmen institusi kepolisian untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mengawal jalannya pembangunan di tingkat akar rumput, ditunjukkan secara nyata di Desa Sumbersuko Jaya. Pada hari Sabtu, 22 November 2025, suasana pagi di desa tersebut diisi dengan kegiatan teknis yang sangat penting: Survey Titik Nol Pembangunan Talud.
Tokoh sentral dalam pengawalan kegiatan ini adalah Bhabinkamtibmas Polsek Belitang I, Brigadir Tri Novia Yunita, S.E. Kehadirannya di lokasi Survey Titik Nol menjadi representasi fungsi pengawasan preventif. Dalam proyek konstruksi, penentuan Titik Nol merupakan fondasi integritas proyek; kesalahan di tahap awal dapat berakibat fatal pada kualitas akhir dan umur pakai bangunan.
Jaminan Akurasi dan Transparansi Anggaran
Talud yang akan dibangun ini sangat krusial bagi Desa Sumbersuko Jaya, baik untuk menahan struktur tanah maupun mendukung sistem irigasi. Oleh karena itu, kehadiran Brigadir Tri Novia Yunita bersama Babinsa dan Perangkat Desa menjadi jaminan bahwa pengukuran dan penetapan lokasi dilakukan secara cermat, terhindar dari praktik penyimpangan, dan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
“Kami mendampingi langsung tim teknis. Setiap meter pengukuran, setiap koordinat yang ditentukan, harus dicatat dan disepakati bersama. Ini bukan hanya masalah keamanan fisik, tapi juga keamanan anggaran dana desa dari potensi salah kelola,” tegasnya, menunjukkan komitmen Polsek Belitang I terhadap program antikorupsi di tingkat desa.
Forum Pengambilan Keputusan Kolektif
Kegiatan survey tersebut menjadi forum kolektif pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan desa dan kecamatan. Tampak hadir perwakilan dari Kecamatan Belitang, yang memberikan legal standing administratif, Babinsa yang mewakili unsur pertahanan, Pendamping Desa yang membawa pengetahuan teknis program, serta Kepala Desa dan Perangkat Desa yang memegang otoritas pelaksanaan di lapangan.
Kehadiran multisectoral ini memastikan bahwa keputusan mengenai Talud, mulai dari kedalaman pondasi hingga orientasi bangunannya, telah disetujui bersama dan dipertanggungjawabkan kepada publik. Proses yang transparan ini secara efektif membangun kepercayaan publik terhadap penggunaan dana desa.
Melalui sinergi yang kokoh antara Tiga Pilar (Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Kades), kegiatan Pendampingan Survey Titik Nol Pembangunan Talud ini berjalan lancar dan tuntas. Ini menandai dimulainya babak baru pembangunan infrastruktur desa yang diharapkan akan kokoh, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Sumbersuko Jaya.









